Jakarta Tetapkan PPKM Level 3, Ini Aturan Lengkap Pembatasan di Pusat Belanja

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan pemberlakuan PPKM Level 3 selama libur natal dan tahun baru. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (KepguB) No. 1430/2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 3 Covid-19 yang ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Aturan yang berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 itu di antaranya menjelaskan sejumlah ketentuan pembatasan di pusat perbelanjaan. Berikut sejumlah aturan yang harus diperhatikan oleh para pengunjung pusat perbelanjaan, mal, atau pusat perdagangan:

1. Kapasitas maksimal pusat perbelanjaan/mal sebesar 50 persen dan jam operasional hingga 21.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan yang diatur Kementerian Perdagangan (Kemendag)

2. Wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan screening terhadap semua pengunjung dan pegawai

3. Anak di bawah usia 12 tahun dilarang memasuki pusat belanja, mal, atau pusat perdagangan

4. Tempat permainan anak-anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan, mal, atau pusat perdagangan ditutup

Selama masa PPKM Level 3, setiap orang yang melakukan aktivitas pada masing-masing sektor/tempat harus sudah divaksinasi Covid-19 minimal vaksinasi dosis pertama. Aturan itu mengecualikan bagi penduduk yang masih dalam masa tenggang 3 bulan usai terkonfirmasi Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil laboratorium.

12 Selanjutnya

Selain itu pengecualian diperuntukkan bagi penduduk yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter, dan anak-anak usia kurang dari 12 tahun.

Adapun masyarakat yang telah divaksinasi dibuktikan dengan bukti status telah divaksin pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Selain itu, sertifikat vaksinasi yang terdapat dalam aplikasi PeduliLindungi dan atau bukti vaksinasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang bisa digunakan.

Sementara pengelola atau penanggung jawab perkantoran, pusat perbelanjaan, mall dan pusat perdagangan melakukan screening kepada semua pengunjung dan pegawai dengan menggunakan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya menjelaskan peningkatan level PPKM itu harus dihadapi dan dijalani untuk menekan penularan Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Hal ini untuk mencegah terulangnya kejadian usai libur panjang yang diikuti peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang terjadi di masa lalu. Oleh karena itu, harus dilakukan langkah pencegahan salah satunya dengan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat lebih ketat.

Selain kapasitas pusat belanja dibatasi jadi 50 persen, kenaikan status menjadi PPKM level 3, berimbas pada pengetatan jumlah kapasitas di sektor usaha non esensial dari sebelumnya 50 persen menjadi 25 persen kerja dari kantor (WFO). Adapun sektor esensial di antaranya keuangan dan perbankan dari sebelumnya maksimal 75 persen nantinya turun menjadi maksimal 50 persen.

BISNIS

Tinggalkan Balasan