Sejarah Roti Bagel, Disebut Roti Yahudi dan Kecerdasan Memanfaatkan Tren Kuliner

Roti bagel merupakan roti unik yang berbentuk seperti cincin. Sekilas, roti bagel tampak mirip dengan donat. Namun, roti bagel memiliki beberapa perbedaan dengan donat. Roti bagel memiliki ukuran yang lebih besar dan mengembang dan resepnya diwariskan secara turun-temurun.

Mengutip laman The Bagel Co, menurut berbagai sumber, nama roti bagel pertama kali tersebut pada 1610 di Polandia. Bagel kemudian dibawa ke Amerika Serikat oleh para imigran Eropa Timur di abad ke-19. Pada masa itu, pemasaran roti bagel masih dimonopoli oleh kaum Yahudi Eropa Timur. Kemudian, dalam periode 1960-1970, sekelompok keluarga pengusaha Yahudi memperkenalkan roti bagel ke pasar yang lebih luas sehingga tidak hanya diperjualbelikan oleh kaum Yahudi saja.

Roti bagel meraih popularitas yang luar biasa pada era 1970-an. Dilansir dari Smithsonian Mag, pada waktu itu, kuliner dengan label makanan asli atau makanan khas etnis tertentu sedang banyak digemari atau menjadi tren. Keluarga pengusaha bernama The Lenders menjadi salah satu yang memanfaatkan popularitas tersebut dengan menjual roti bagel bernama Jewish English Muffin atau muffin Inggris Yahudi.

Pada 1984, bagel yang dijual oleh The Lenders laku keras di pasaran. Sebab itu, Kraft Food, yang terkenal sebagai perusahaan induk makanan, membeli perusahaan bagel ini. Setelah dibeli oleh Kraft Food, bagel kemudian semakin dikenal luas, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di seluruh dunia.

Saking terkenalnya, stigma makanan Yahudi yang sempat melekat pada roti bagel perlahan-lahan terkikis. Bahkan, sebagaimana mengutip dari berbagai sumber, roti bagel kini lebih dikenal sebagai makanan khas New York, Amerika Serikat.

Dengan terkikisnya identitas sebagai roti Yahudi, ada banyak modifikasi dan racikan atau formula baru roti bagel. The Atlantic menyatakan, saking banyaknya varian ini, banyak yang memperdebatkan roti bagel mana yang paling enak, autentik, dan sehat.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Tinggalkan Balasan